Monitoring Mutu Pupuk dan Pestisida di Purwakarta, Kawal Kualitas Produk hingga ke Lapangan

Purwakarta, 10–12 Juni 2026 — Balai Pengujian Mutu Produk Tanaman (BPMPT) melaksanakan kegiatan monitoring dan pengambilan sampel uji mutu pupuk dan pestisida di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sampling Tematik Pupuk Subsidi dan Pestisida BPMPT untuk mendukung pengawasan mutu produk pertanian yang beredar di lapangan. Melalui kegiatan ini, sampel pupuk dan pestisida yang diperoleh selanjutnya akan diuji di laboratorium BPMPT. Hasil pengujian menjadi bagian dari data Laporan Pengawasan Mutu Pupuk dan Pestisida di Provinsi Jawa Barat. Dalam kegiatan Sampling Tematik tersebut, sampel pupuk subsidi yang diambil meliputi pupuk urea dan pupuk NPK. Sementara itu, sampel pestisida mencakup produk dengan bahan aktif Sipermetrin, Klorpirifos, Imidakloprid, Fipronil, dan Dimehipo dari berbagai merek pestisida yang terdaftar.


Memastikan Produk Tepat Mutu dan Tepat Guna

Monitoring pupuk dan pestisida dilakukan untuk melihat kondisi ketersediaan dan distribusi produk sekaligus memastikan pemanfaatannya sesuai dengan kebutuhan petani dan ketentuan yang berlaku.

Khusus pupuk bersubsidi, pengawasan diarahkan untuk mendukung prinsip tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat guna. Sementara pada penggunaan pestisida, kegiatan monitoring juga menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) serta penggunaan pestisida secara aman, efektif, dan bijaksana.

Kondisi di lapangan turut menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Berbagai informasi terkait distribusi, ketersediaan stok, maupun potensi permasalahan dalam penggunaan pupuk dan pestisida dapat menjadi bahan untuk menentukan tindak lanjut pengawasan.


Menelusuri Produk dari Kios hingga Wilayah Petani

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta di Jalan Surawinata No. 30, Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta. Kunjungan diterima oleh Pak Afif, Pengawas Alsintan yang sekaligus mendampingi pelaksanaan monitoring di wilayah Kabupaten Purwakarta.

Selanjutnya, tim melaksanakan pengambilan sampel pupuk dan pestisida di kios-kios sarana pertanian yang berada di Kecamatan Purwakarta dan Kecamatan Pasawahan. Produk yang menjadi sasaran pengambilan sampel merupakan pupuk dan pestisida yang beredar serta banyak digunakan oleh petani, termasuk pupuk bersubsidi dan pestisida yang memiliki izin edar.

Dalam proses pengambilan sampel, kondisi produk turut diperhatikan, antara lain keutuhan kemasan, kelengkapan label, masa edar, serta kondisi produk yang berpotensi menunjukkan ketidaksesuaian mutu atau spesifikasi.

Sampel yang diperoleh kemudian dibawa untuk dilakukan pengujian di laboratorium BPMPT. Pengujian tersebut diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kesesuaian mutu produk dengan standar yang telah ditetapkan, sekaligus mendukung upaya mencegah peredaran produk yang tidak memenuhi persyaratan di lapangan.


Koordinasi Bersama Penyuluh dan POPT

Di wilayah Kecamatan Pasawahan, kegiatan monitoring dan pengambilan sampel turut didampingi oleh Pak Heru dan Bu Siti selaku Koordinator Penyuluh setempat. Tim juga berkesempatan mengunjungi Kantor BPP Kecamatan Pasawahan untuk berdiskusi dan berkoordinasi dengan para penyuluh serta Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang bertugas di wilayah tersebut.

Koordinasi dengan petugas di lapangan menjadi bagian penting dalam kegiatan monitoring. Informasi dari penyuluh dan POPT dapat memberikan gambaran mengenai kondisi penggunaan pupuk dan pestisida di tingkat petani serta berbagai dinamika yang terjadi di wilayah kerja masing-masing.

Melalui monitoring dan pengujian laboratorium yang dilakukan secara berkesinambungan, BPMPT terus mendukung pengawasan mutu pupuk dan pestisida agar produk yang beredar memenuhi persyaratan dan dapat digunakan secara aman serta tepat guna oleh petani.

Dari lapangan hingga laboratorium, pengawasan mutu dilakukan untuk memastikan produk pertanian yang digunakan petani tetap terjaga kualitasnya.