Mengawal Mutu Jagung dari Sentra Sragen
Sragen, Jawa Tengah — Upaya menjaga mutu dan keamanan komoditas jagung terus dilakukan melalui kegiatan monitoring dan pengambilan sampel di Kabupaten Sragen. Dalam kegiatan ini, Balai Pengujian Mutu Produk Tanaman (BPMPT) melakukan pengambilan sampel jagung untuk selanjutnya dilakukan pengujian aflatoksin di laboratorium. Kegiatan monitoring dilakukan di sejumlah lokasi pengepul jagung yang tersebar di Kabupaten Sragen. Di lapangan, tim melakukan pengamatan terhadap kondisi jagung dan tempat penyimpanannya, kemudian mengambil sampel sesuai prosedur untuk dibawa ke laboratorium.
Dari Pengepul, Sampel Dibawa ke Laboratorium
Pengepul menjadi salah satu lokasi penting dalam kegiatan monitoring karena jagung yang telah dikumpulkan dan disimpan dapat diamati kondisinya sebelum dilakukan pengambilan sampel. Tim BPMPT melakukan pengambilan sampel dari beberapa titik pada tumpukan jagung. Sampel yang terkumpul kemudian dikemas dan diberi identitas untuk selanjutnya dibawa ke laboratorium dan dianalisis kandungan aflatoksinnya. Pengujian ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kandungan aflatoksin pada sampel jagung sebagai bagian dari kegiatan pengawasan mutu dan keamanan pangan.
Menjangkau Lima Kecamatan di Sragen
Monitoring pengambilan sampel jagung dilakukan di lima kecamatan dengan total 12 sampel, yaitu:
Kecamatan Sukodono: 2 sampel dari Desa Baleharjo dan Desa Majenang.
Kecamatan Mondokan: 4 sampel dari Desa Kedawung, Desa Jekani, dan Desa Bringin Pare.
Kecamatan Miri: 3 sampel dari Desa Gilirejo.
Kecamatan Gemolong: 1 sampel dari Desa Purworejo.
Kecamatan Sumberlawang: 2 sampel dari Desa Ngargotirto.
Pelaksanaan kegiatan di lapangan turut didampingi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sragen dan Penyuluh Pertanian Kecamatan. Pendampingan tersebut mendukung kelancaran proses monitoring dan pengambilan sampel di setiap lokasi.
Mengenal Lebih Dekat Aflatoksin
Aflatoksin merupakan salah satu cemaran yang perlu menjadi perhatian pada komoditas jagung. Kondisi penanganan pascapanen dan penyimpanan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga mutu jagung. Melalui kegiatan monitoring dan pengujian laboratorium, BPMPT berupaya memperoleh data mengenai kondisi mutu jagung di lapangan. Hasil pengujian selanjutnya dapat menjadi bagian dari informasi dalam mendukung pengawasan mutu dan keamanan produk tanaman.
Kegiatan monitoring di Kabupaten Sragen menjadi salah satu langkah BPMPT untuk terus mendekatkan proses pengawasan mutu dengan kondisi nyata di lapangan. Dari pengepul, sampel bergerak menuju laboratorium. Dari hasil pengujian, informasi tentang mutu jagung dapat diperoleh.